Bupati baddrut Tamam menegaskan, dirinya tidak mau menikmati jabatannya sebagai bupati, karena jabatan bupati hanya seperti kumis palsu yang bisa dicopot kapan saja. Tetapi jabatan bupati itu hanya alat perjuangan dalam memajukan Pamekasan.
BACA JUGA : PPK Pamekasan Dinilai Tidak Profesional, Tolak Permintaan Saksi untuk Isi Form Keberatan
“Jabatan itu hanya kumis palsu, artinya tidak istimewa. Yang istimewa itu kalau kita bisa merubah dinas tersebut menjadi luar biasa. Makanya kita fokus bahwa kita akan sampai kepada Pamekasan Hebat, karena kita bagian dari orang yang memberikan sumbangsih untuk Pamekasan Hebat,” tegasnya.
Dia menyampaikan selamat kepada para pejabat yang menempati posisi baru tersebut. Namun, jabatan baru itu jangan sampai melengahkan tugasnya sebagai abdi negara yang harus bertanggungjawab atas kepentingan masyarakat.






