Alumnus Magister di Surabaya itu bahwa Masyarakat sangat mengeluh, karena dampak dari kenaikan HET LPG 3 Kg menjadi 18.000 sekarang harga dibawah menjadi 20.000. Artinya kalau bagi masyarakat kenaikan itu bukan cuma 2.000 tapi menjadi 4.000. “Artinya ini bukan memberi solusi kepada masyarakat tapi justru nambah masalah,” ujarnya.
Selanjutnya yang Keempat. Merespon dari pernyataan Area Manager Comm, Rel & CSR, Ahad Rahedi yang meminta masyarakat agar tidak panic buying dengan adanya penyesuaian HET ini. Sebab Pertamina terus melakukan upaya untuk mengajak pengecer naik kelas.
kata Pertamina Sudah ada lebih dari 2 pangkalan di seluruh desa/kelurahan di wilayah Jatim. Stok LPG aman, karena ada di posisi 9.010 metrik ton dengan rata-rata konsumsi harian 4.668 metrik ton.
“Pertamina jangan sok jadi pahlawan bagi masyarakat. Pertamina kerjaanya tidak becus. Banyak masalah dibawah yang tidak terselesaikan, seperti subsidi yang tidak tepat sasaran,” kritiknya.






