“Pantai utara Jawa menghadapi tantangan serius, mulai dari land subsidence hingga banjir rob. Upaya proteksi ini bukan hanya menyelamatkan masyarakat, tetapi juga melindungi kawasan industri dan jalur ekonomi vital nasional,” jelasnya.
Menko AHY menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan kementerian teknis, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi tambahan bagi kami di Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan untuk bekerja lebih keras, memastikan pembangunan benar-benar memberi manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Menko AHY.






