Bupati juga menyoroti program fasilitasi perizinan dan insentif untuk guru ngaji yang akan segera direalisasikan. Ia menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pelaksanaan, yang disebabkan oleh kendala validasi data.
“Kami sangat menyadari bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Hanya melalui kolaborasi, program-program ini akan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” ujar Kholilurrahman.
Wakil Bupati Sukriyanto menambahkan, sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur akan menjadi pilar utama pembangunan jangka menengah, sesuai dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).






