“Kelangkaan pupuk bukan kebetulan. Ada yang menahan, ada yang memainkan harga. Jangan bodohi petani,” katanya.
“Petani bukan sapi perahan. Jangan jadikan kelangkaan sebagai alasan menjarah hak mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Tabri S. Munir, menyatakan pihak dewan telah menginvestigasi dan memanggil dinas terkait, distributor, dan kios.






