“Pupuk bersubsidi yang seharusnya menopang petani malah jadi komoditas spekulatif. Petani dicekik oleh pihak yang memanfaatkan kelangkaan sebagai bisnis gelap,” tegas Basri dalam audiensi panas bersama legislator.
Ia menyebut harga pupuk dijual dua hingga tiga kali lipat dari ketentuan resmi, membebani petani di berbagai desa.
Basri menduga praktik ini melibatkan rantai distribusi dari distributor hingga pengecer.






