“Ada empat kios di Pamekasan yang diduga melakukan mark up harga,” ungkapnya.
Dewan mendesak pemerintah daerah mengawasi ketat distribusi pupuk untuk melindungi hak petani.
Tani Merdeka menemukan beberapa masalah di lapangan, antara lain:
1. Harga pupuk tidak sama antar kios di Kecamatan Pakong.
2. Kios nakal masih menjual di atas HET.
3. Poktan diwajibkan jemput pupuk dengan biaya tinggi.
4. Banyak petani tidak terdaftar sebagai penerima subsidi karena tidak tergabung dalam kelompok tani.
5. Kurangnya sosialisasi dari penyuluh pertanian.






