Ia menambahkan, kehadiran AI di dunia pendidikan, khususnya dalam disiplin ilmu eksakta seperti matematika, harus dipandang sebagai peluang besar. Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu (tool) yang sangat efektif untuk mempercepat pemahaman materi dan menganalisis data secara akurat.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa kecanggihan teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan esensi sejati dari pemikiran kritis manusia.
Pemanfaatan AI, jepasnya, digunakan untuk efisiensi data, visualisasi konsep matematika yang rumit, dan personalisasi pembelajaran.
Atas hal itu, dibutuhkan peran nalar kritis. Fungsinya sebagai filter etika, pemecahan masalah yang kompleks, serta pengambil keputusan yang bijak.






