Ia juga menyoroti latar belakang Hadiatullah yang berasal dari keluarga sederhana, namun mampu menembus pendidikan tinggi hingga luar negeri.
“Beliau lahir dari keluarga yang jauh dari kata mampu, tapi bisa meraih prestasi yang membanggakan. Ini harus menjadi contoh,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjut dia, berkomitmen mengembalikan jargon Pamekasan sebagai kota pendidikan. Sejumlah program pun disiapkan, mulai dari konsep siswa senior membimbing junior, kegiatan belajar bersama bertajuk “Putih Gemilau Arek Lancor”, hingga penyediaan guru privat untuk membina siswa berprestasi.
Ia bahkan membuka peluang bagi Hadiatullah untuk berkontribusi langsung di Pamekasan.
“Kalau tidak kembali ke luar negeri, kami siapkan tempat yang layak agar bisa mengabdi di Pamekasan,” ucapnya.






