“Target kami jelas. Anak-anak diharapkan mampu menghafal Al-Qur’an hingga 10 juz, memiliki kepedulian dan cinta terhadap lingkungan sosial, serta mengenali bakat dan potensi diri mereka sejak dini,” jelasnya.
Selain itu, nilai-nilai agama tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi dibiasakan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Mulai dari adab, akhlak, hingga pembiasaan ibadah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas belajar.
Kedepannya, ia berharap SD Tahfidz Al-Maaher dapat memberikan gambaran kepada orang tua tentang model pendidikan alternatif yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi masa kini, tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan karakter luhur sebagai fondasi utama.






