Ia menambahkan, selama enam tahun masa sekolah dasar, potensi, minat, dan bakat anak sering kali tidak tergali secara maksimal.
Di sisi lain, perhatian terhadap pendidikan Al-Qur’an, penguatan akidah, dan pembentukan akhlak masih tergolong rendah, padahal fase usia sekolah dasar merupakan masa emas pembentukan karakter.
Melalui SD Tahfidz Al-Maaher, pihaknya menawarkan konsep pendidikan yang lebih seimbang dan terarah. Kurikulum dirancang dengan komposisi 50 persen pembelajaran Al-Qur’an dan 50 persen pembelajaran nasional, sehingga anak tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.






