Dari kerjasama tersebut, sedikitnya ada empat poin yang menjadi kesepakatan kedua belah pihak.
“Pertama, kedua belah pihak baik IAIN Madura dan perpusda sepakat untuk saling tukar informasi,” kata mantan aktivis PMII ini.
Dikatakan pria kelahiran Sampang ini, ia berkomitmen untuk sama-sama membumikan literasi baca tulis untuk mahasiswa dan anak-anak milenial. Sebabnya, penting generasi masa depan mengenal semua literasi.






