Usai sambutan, Bupati Baddrut Tamam langsung turun dari atas panggung bersama sekda dan forkopimda menuju tempat di depan panggung sembari berbaur dengan para santri dan para pengurus lembaga di bawah naungan PCNU Pamekasan.
“Abdhina (saya,red) sebagai bupati hanya alat perjuangan dan pengabdian, tidak lebih dari itu. Jadi tidak perlu dipertahankan mati-matian, yang perlu diperjuangkan mati-matian bagaimana atmosfer amaliyah diniyah annahdliyah hidup di kabupaten ini,” pungkasnya.






