“Peringatan Hari Santri Nasional bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai keislaman, nasionalisme, dan kemandirian santri,” katanya.
Kebijakan ini juga menyasar seluruh lapisan pegawai, mulai dari staf ahli bupati, asisten sekretaris daerah, kepala perangkat daerah, hingga lurah dan kepala desa se-Kabupaten Pamekasan. Tak hanya itu, pimpinan BUMN/BUMD serta instansi vertikal juga diharapkan ikut berpartisipasi.






