Pemuda yang biasa disapa kak Syafik itu menjelaskan, pihak sekolah semestinya membuat peraturan khusus untuk siswa yang hendak melaksanakan pawai dan menunjukkan kreativitas. Aturan tersebut yang sekiranya tidak berbenturan dengan kearifan lokal.
Apalagi kata dia, kabupaten Pamekasan dikenal dengan Gerbang Salam (Gerakan Pembangunan Masyarakat Islam) dan kabupaten yang penuh dengan pesantren.
Selain itu, pawai siswa dengan penampilan terbuka dengan badan terlihat itu dinilai tidak tepat. Apalagi memasuki atau menyambut bulan ramadhan yang tinggal menunggu beberapa hari lagi.






