Diakuinya, tantangan terberat bagi rumah moderasi beragama ke depan berada pada tataran praktis di masyarakat. Sebab, pada tataran gagasan dan wacana sudah cukup banyak dihasilkan.
“Tugas kami tidak hanya berada pada memberikan narasi moderasi beragama, karena gerakan intoleransi semakin hari semakin diserang dengan narasi, mereka semakin kuat, karena mereka sudah menguasai banyak media,” ujarnya.
Berdasar analisanya, gerakan-gerakan intoleransi beragama di masyarakat sudah semakin berkembang, sehingga perlu langkah serius dari semua pihak yang berkompeten, untuk bisa terus menekan gerakan memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.
“Kami sudah mengetahui, bahwa di negeri ini ada kelompok-kelompok, (kelompok pemecah belah), jika dibiarkan akan mengganggu konsentrasi pemerintah, dan masyarakat,” Pungkasnya.






