“Untuk persiapannya hampir semua sudah oke, di sektor ekonomi jangan sampai ada yang tertinggal (UKM). Misal sepatu, harus ada nomor teleponnya yang bisa dihubungi, sehingga tidak hanya beli di lokasi pameran, ketika suatu saat butuh batik dan produk UKM bisa langsung telepon,” paparnya, Sabtu (23/10/2021).
Stan pameran tersebut diklasifikasikan dalam beberapa kelompok, mulai stan kuliner, stan handicraft, stans souvenir MTQ, stan galeri batik, stan dinas kesehatan (dinkes) khusus vaksinasi, stan camilan, stan mitra swasta, stan OPD, stan Wirausaha Baru (WUB), area coffee shop, perbankan, stan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan lainnya.
Selain itu, pria yang akrab disapa Mas Tamam itu juga berencana, setiap kantor pemerintahan ada murottal Al Qur’an yang diputar menggunakan pengeras suara ukuran kecil selama 24 jam.






