“Kami punya keyakinan bahwa ini tidak semata-mata soal drainase di kota. Justru dugaan kami, ada tanah sempit yang dilalui air banjir di hulu sana yang jadi penyebab utama. Itu harus ditelusuri,” ujarnya.
Menurutnya, solusi efektif harus melibatkan perluasan anak sungai sebagai jalur pembuangan air saat curah hujan tinggi. Hal ini dinilai mampu membagi volume banjir agar tidak terkonsentrasi di pusat kota.
Untuk diketahui, Hujan deras yang terjadi Senin dini hari mengakibatkan sungai di Pamekasan tidak bisa lagi menampung derasnya debit air. Akibatnya air meluap hingga menyebabkan banjir di pemukiman warga.
Data sementara yang dihimpun BPBD Pamekasan, menyebutkan ada sekitar 6 Kelurahan dan Satu Desa yang terdampak banjir akibat luapan Kali Juombang dan Semajid.





