Ia menambahkan bahwa keberadaan fasilitas penampungan dan penyimpanan modern harus diiringi dengan akses pasar yang lebih luas, pelatihan kepada nelayan, serta jaminan harga yang menguntungkan.
Sosok yang lahir dari lingkungan pesantren ini juga dikenal sebagai pemimpin yang tidak berjarak dengan rakyat. Berbekal pengalaman sebagai Kepala Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar selama dua periode, Kak Sukri paham betul dinamika di akar rumput dan kebutuhan masyarakat pesisir.
“Kami ingin nelayan di Pamekasan bisa merasakan hasil jerih payahnya secara maksimal. Pemerintah tidak hanya hadir saat panen, tapi juga memastikan sistem distribusi dan pasar berjalan adil,” tuturnya.
Kunjungan ini disambut baik oleh para pelaku usaha perikanan dan nelayan setempat. Mereka merasa lebih diperhatikan dan berharap pemerintah terus memperluas jaringan pemasaran serta memperkuat infrastruktur pendukung lainnya.






