Lebih lanjut, Basri mengungkapkan, bahwa dugaan sewa kantor panwascam yang sudah dianggarkan 2 juta per bulan di Pamekasan tidak ada tempat yang disewakan 2 juta perbulan termasuk kantor, tapi kenyataannya anggaran di panwascam 2 juta per bulan.
“Rumah kos saja paling mahal 750/1 juta, dan sekalipun berupa rumah kontrakan, yakni ada di angka 5 juta/juta bahkan 10 juta setahun, sekalipun lebih paling cuma sedikit,” ujarnya.
Menurut Basri, anggaran yang besarannya 2 juta per bulan tersebut kalau dijumlahkan, maka selama 1 tahun bisa mencapai 24 juta.
“Informasi yang berkembang itu sudah ter-amprah 12 bulan atau 1 tahun, dan saya yakin di RAB panwascam juga demikian isinya. Belum lagi soal ATK dan anggaran banner,” imbuhnya.
Dikatakan Basri, bahwa bawaslu Pamekasan tidak bisa menjelaskan ke publik soal dugaan manipulasi pengamprahan anggaran biaya kantor Panwascam se-Kabupaten Pamekasan.






