Bulan Ramadhan, Penggunaan Pengeras Suara di Pamekasan Dibatasi

  • Bagikan
Masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan.

PAMEKASAN. Penggunaan pengeras suara saat tadurus Al Quran selama bulan suci Ramadhan 1443 Hijritah di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa timur, sudah mulai dibatasi.

Salah satunya di Masjid Agung Asy-Syuhada, kota Pamekasan, pembatasan penggunaan pengeras suara dalam pelaksanaan tadarus Al-Quran selama bulan suci Ramadan 1443 Hijritah sudah dilakukan sejak malam pertama bulan suci Ramadhan.

Ketentuan penggunaan pengeras suara itu dilakukan sesuai dengan surat edaran Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, terkait pembatasan penggunaan pengeras suara hingga jam 10 malam selama bulan Ramadhan yang mengacu kepada Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushalla.

Ketua Takmir Masjid Agung Asy-Syuhada, KH. Baidhawi Absor menyampaikan, masjid dan musala di Pamekasan sudah menerima surat edaran dati Bupati terkait pembatasan pengeras suara selama bulan puasa.

BACA JUGA :  Hari ini, Pemantauan Hilal 1 Ramadan 1443 Hijriyah di Pamekasan

“Pengeras suara di masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan dari awal taraweh pertama untuk tadarus sudah di batasi. Hal ini berbeda dari tahun sebelumnya. Sebelumnya hanya sampai jam 9 malam tapi untuk tahun ini sampai jam 10 malam sudah tidak ada pengeras suara yang keluar lagi,’’ kata Ketua Takmir Masjid Agung Asy-Syuhada, KH. Baidhawi Absor, senin (04/04/2022).

Sementara itu, pelaksanaan salat tarawih di Masjid Agung Asy-Syuhada sejak pertama, sudah mempersiapkan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19, meski kasusnya saat ini mulai menurun.

BACA JUGA :  19 Pejabat Dilantik, Rektor IAIN Madura Optimis Menuju UIN

“Penerapan protokol kesehatan kami tetep dilakukan dengan tetap memakai masker. Hal itu dilakukan untuk menjaga kehusukan jemaah selama beribadah di bulan suci Ramadhan. Meski umumnya di malam pertama puasa jamaah padat, tapi setelah satu minggu ke depan biasanaya cendrung berkurang,” terangnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Pamekasan, khususnya para jemaah masjid agar bisa menjalankan ibadah dengan baik dan kondusif.

“Semoga ibadah kita semua selama bulan suci Ramadhan kali ini di terima oleh Allah SWT,” pungkasnya.

Pembatasan penggunaan pengeras suara juga dilakukan di Masjid Bantun Nur Desa Somalang, Kecamatan Pakong, Pamekasan. Dari malam pertama hingga malam kedua bulan puasa sudah melakukan pembatasan penggunaan pengeras suara saat tadarus sampai pukul 22:00 WIB sesuai dengan surat edaran Bupati Pamekasan.

BACA JUGA :  Peringati 10 Muharram, HIPMI Pamekasan Berbagi Kebahagiaan dengan Santuni Anak Yatim

“Setelah kami menerima surat edaran tersebut, kami dati malam pertama tadarusan sampai jam 10 malam mas, sesuai dengan surat edaran Bupatai dalam ketentuan penggunaan pengeras suara selama Ramadhan,” ucap anggota takmir masjid Baitun Nur, Alimufi.

Menurut Alimufi, meski pengeras suara dimatikan pukul 22:00 WIB, namun para pemuda masjid tetap melakukan tadarus dengan cara tidak menggunakan pengeras suara.

“Meski tadarus menggunakan pengeras suara tidak dipantau oleh petugas dan pemerintah daerah. Kami sebagai warga negara tetap menaati ketentuan yang dilakukan pemerintah untuk kemaslahatan bersama,” tandasnya.

  • Bagikan