TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Demo DPRD, Masyarakat Pamekasan Tolak Pelaksanaan Pilkades

  • Bagikan
Masyarakat Pamekasan menggelar aksi demonstrasi ke kantor DPRD Pamekasan untuk penundaan Pilkades serentak 2023. Rabu (08/03/2023).

PAMEKASAN CHANNEL. Masyarakat Pamekasan menggelar aksi demonstrasi ke kantor DPRD Pamekasan untuk penundaan Pilkades serentak 2023. Rabu (08/03/2023).

Masa aksi bergerak dari monumen Arek Lancor (Arlan) sebagai titik kumpul dan berjalan menuju ke kantor DPRD Pamekasan sambil lalu orasi di sepanjang jalan.

Aksi tersebut dikomando Langsung oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Front Massa Aksi (Famas) dan Barisan Masyarakat Merdeka (BMM).

BACA JUGA :  Komunitas Belajar Bicara Pamekasan Gelar Milenial Public Speaking

Koordinator aksi Abdussalam Marhaen mengatakan, bahwa masyarakat Pamekasan dari berbagai desa menghendaki agar Pilkades serentak tahun 2023 untuk tidak digelar. Alasannya, anggaran yang tidak mencukupi ditengah kabupaten Pamekasan defisit.

“Bagaimana mau menggelar Pilkades, jika anggaran untuk penyelenggara belum jelas, baiknya ditunda dan tidak digelar,” teriak Abdus Salam saat orasi.

Selain karena difisitnya anggaran, Masyarakat juga menuntut agar Pilkades tidak digelar karena sudah masuk proses tahapan pemilu, yang merupakan kepentingan negara lebih besar. Sehingga tidak menggangu tahapan pemilu 2024.

BACA JUGA :  AL Mujtama' Berduka, Pengasuh Sepuh RKH Abdul Gafur Wafat

“Saya minta kepada legislatif dan eksekutif pelaksanaan Pilkades harus ditunda, karena ini menyangkut kepentingan orang banyak dan bahkan saya pastikan yang menolak lebih banyak dari pada mereka yang meminta Pilkades digelar“. Tegasnya.

Masa aksi mendesak masuk ke kantor DPRD Pamekasan lantaran tidak ditemui oleh satupun anggota DPRD kabupaten Pamekasan. Termasuk ketua komisi 1 Aly Masykur yang selama ini terus mengawal agar pelaksanaan Pilkades segera digelar.

BACA JUGA :  Tabrakan Dua Sepeda Motor di Pegantenan, Satu Nyawa Melayang

“Ketua DPRD Pamekasan, Munaji dan Ali Maskur yang kemarin bersuara lantang tidak berani menemui kami,” tandasnya.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan