Sukron, anak dari pemilik rumah, menceritakan detik-detik peristiwa itu terjadi. Menurutnya, hujan deras semula turun biasa saja, namun tak lama kemudian angin kencang berembus tanpa peringatan.
“Anginnya datang tiba-tiba, sangat kencang. Kami sekeluarga tidak sempat menyelamatkan barang-barang di dalam rumah,” ungkap Sukron kepada media ini.
Ia mengaku keluarganya sempat panik dan ketakutan saat atap kedua rumah mereka mulai roboh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah semua keluarga selamat, tapi kami shock dan sangat takut waktu kejadian,” ujarnya.
Hingga pukul 16.00 WIB, warga di lokasi masih melakukan pembersihan sisa-sisa puing rumah yang rusak. Namun, menurut keterangan Sukron, belum ada tanda-tanda kehadiran petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan maupun pemerintah desa setempat.
“Belum ada dari BPBD atau pemerintah yang datang ke sini,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bukan hanya rumah Mahraji yang terdampak. Sejumlah rumah warga lain di sekitar wilayah Palengaan juga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi akibat terpaan angin kencang tersebut.






