Menurut Hosen, kriteria awal bulan puasa (hilal) tahun ini harus mencapai ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Hal itu berbeda dengan tahun sebelumnya dengan ketinggian hilal cukup yakni 2 derajat.
”Perubahan derajat penentuan awal bulan Hijriyah atau bulan Suci Ramadan 1443 H/ 2022 M telah disepakati oleh Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) pada 2021,” ucap Hosen.
Dengan perubahan kriteria tersebut, pihaknya memprediksi awal Ramadhan jatuh pada hari Ahad, 03 April 2022. Sebab pada hari Jum’at posisi hilal belum mencapai 3 derajat.






