“Sebagian siswa setelah makan MBG itu muntah-muntah. Orang tuanya kemudian tidak terima karena anaknya pulang dengan kondisi muntah-muntah. Bahkan ada yang menyampaikan kemarahan lewat pesan suara,” ucap Kapolsek Pegantenan.
Setelah mendapati laporan itu, ia langsung memeriksa dapur penyedia MBG di Desa Pasanggar, termasuk mengambil dua sampel makanan untuk diuji laboratorium.






