“Saat ketemu dengan kepala dapurnya, dengan ahli gizinya, kemudian menyaksikan bagaimana proses daripada pengolahannya produksinya, kemudian juga penyajiannya, terus menunya. Anggota kami mengamankan sampel dua ompreng” terangnya.
Tidak lama dari insiden itu, justru beredar rekaman video seorang wali murid menyebut muntah-muntah yang dialami anaknya adalah karena kekenyangan, bukan karena keracunan MBG.
Kapolsek Pegantenan pun menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami dugaan intimidasi atau intervensi.






