Sementara itu, Editor in Chief Jurnal Al-Ihkam, Erie Hariyanto, menyatakan bahwa jurnal Al-Ihkam pertama kali terbit tahun 2006 atas kerjasama Fakultas Syariah IAIN Madura dan APHI (Asosiasi Pengkaji Hukum Islam Indonesia). Delapan tahun kemudian, pada 2014, jurnal tersebut terakreditasi dengan peringkat B. Dua tahun setelahnya, 2016, jurnal Al-Ihkam terindeks DOAJ. Pada 2019, Al-Ihkam dianugerahi sebagai Juara Terbaik Pertama Pengelola Jurnal Hukum oleh Mahkamah Konstitusi RI. Pada tahun yang sama pula, jurnal ini melakukan reakreditasi dengan peringkat Sinta-2.
Menurut Erie Hariyanto, persiapan menuju Scopus dimulai sejak 2019 dengan beberapa langkah berikut: [1] menambah diversitas editor dan reviewer serta mengundang penulis luar negeri untuk mengirimkan artikel terbaiknya; [2] menerbitkan artikel-artikel dalam Bahasa Inggris dan Arab sesuai scope jurnal tentang kajian Islamic Jurisprudence dan kearifan lokal hukum Islam di kawasan Asia Tenggara dalam bidang sosial keagamaan, hukum, antropologi, sejarah, politik, ekonomi dan kajian sosial; dan [3] Meningkatkan kapasitas tim editor, penerjemah, dan proofreader.
Proses submission ke Scopus dilakukan pada 28 April 2021, setelah mengikuti kegiatan Shortcoure Jurnal Internasional Bereputasi/Sinta-1 (JIBS) yang diselenggarakan oleh subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. “Dengan menyertakan sembilan artikel pilihan yang paling sesuai dengan scope Jurnal Al-Ihkam mulai terbitan 2018 – 2020, alhamdulillah, tidak sampai lima bulan kemudian, pada 10 Agustus 2021 bertepatan dengan tahun baru Islam 1443 H, Content Selection & Advisory Board (CSAB) secara resmi mengirimkan surel pemberitahuan bahwa proses review telah selesai dengan status accepted,”papar Erie Hariyanto.
Untuk itu, editor in-chief Jurnal Al-Ihkam mengucapkan terimakasih kepada Rektor dan Pimpinan IAIN Madura dan Dekan Fakultas Syariah serta editor, reviewer, supporting system dan para penulis Jurnal Al-Ihkam. “Mereka telah memberikan dukungan dan bekerja keras dalam meningkatkan mutu 23 (dua puluh tiga) jurnal di lingkungan IAIN Madura”, ungkap Eri Hariyanto.
“Pencapaian ini juga disebabkan karena inovasi program Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang menyelenggarakan shortcourse PAJ dan JIBS yang sangat keren,” papar Editor in Chief Al-Ihkam ini.
Untuk diketahui, Scopus adalah database jurnal terbesar di dunia yang meliputi database abstrak dan kutipan terbesar dari literatur peer-review: jurnal ilmiah, buku, dan prosiding konferensi. Pusat data atau database tersebut berguna untuk melihat apa yang sudah diteliti dan mengetahui kontribusi dari penelitian yang sedang dikerjakan di antara literatur ilmiah yang sudah ada.
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama kini telah memiliki 10 (sepuluh) jurnal yang terindeks Scopus, yaitu:
[1] Journal of Indonesian Islam (JIIs), UIN Sunan Ampel, Surabaya Jawa Timur.
[2] Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS), IAIN Salatiga Jawa Tengah.






