“Saat kejadian hujan berlangsung, santri berlarian dengan penuh histeris,” ujarnya.
Beruntungnya saat kejadian, tidak semua santri tidur di kamarnya. Sebab dalam satu kamar ada terisi enam dan tujuh orang.
“Kami sekeluarga cukup berduka. Sebab anak-anak yang meninggal ini yang selalu membantu di dapur dan menyiapkan nasi untuk teman-temannya,” tandasnya.
Untuk diketahui, Lima santriwati di Ponpes Annidhoniyah di Dusun Jepun Desa Bindang Kecamatan. Pasean Kabupaten. Pamekasan meninggal dunia (MD) akibat tertimbun tanah longsor. Rabu, (24/02/2021).
Iptu Togiman Kapolsek Pasean Pamekasan dalam rilis tertulisnya menyebut, Tebing setinggi 70 meter tersebut menimpa ke bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Annidhoniyah yang dipimpin KH Muhaidi.
“Sekira pukul 00.30 WIB telah terjadi tanah longsor di Ponpes Annidhoniyah,” katanya.
Saat longsor, intensitas hujan cukup tinggi yang disertai angin kencang. sehingga mengakibatkan gerusan tanah yang terjal menjadi longsor dan menimpa bangunan Penginapan para santriwati.






