Dia menjelaskan, pihaknya akan memberangkatkan satu guru ngaji setiap desa dengan kategori utama tidak mampu, dan telah lama mengabdi sebagai guru ngaji. Tetapi mereka yang mendapat kesempatan melaksanakan ibadah umroh itu terlebih dulu akan diverifikasi secara ketat dan trasparan oleh tim yang ditunjuk.
“Setiap desa satu orang, sebagai hadiah dari pemkab kepada guru ngaji, nanti ada tim verifikasinya, bukan langsung ditetapkan oleh bupati atau camat. Yang mengusulkan boleh siapa saja, boleh kepala desa atau yang lain, setelah itu baru diverifikasi,” tandasnya.
Mantan anggota DPRD Jawa Timur ini menambahkan, guru ngaji telah berkontribusi besar terhadap kemajuan agama bangsa dan negara. Bahkan, guru ngaji menjadi orang pertama yang mengenalkan alqur’an, mengajarkan solat, dan ilmu agama lainnya sebelum melanjutkan kepada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.






