Lebih lanjut, Ditengah Pamekasan defisit anggaran, harusnya keberadaan Wamira Mart dapat meningkatkan PAD Pamekasan, namun kelihatannya menjadi program yang hanya berjalan di tempat.
Ia menduga, bahwa Wamira Mart hanya menjadi program eksistensi Bupati Pamekasan dalam menaikkan popularitas.
“sedikitnya terdapat 26 titik Wamira tahun 2022 yang dibangun, salah satu masalahnya terdapat di rehab ringan seperti kec. Pakong, Pasean dan proppo,”ucapnya.
Pihaknya sangat kecewa lantaran program Bupati Pamekasan yang dipercayakan kepada Diskop dan UKM Pamekasan itu dianggap hanya membuang-buang anggaran saja.
“Diskop gagal menjadi kepanjangan tangan program unggulan Bupati Pamekasan di sektor usaha dan ekonomi,” ujarnya.
Pihaknya juga kecewa karena pihak Diskop dan konsultan pengawas Wamira Mart tidak membawa data sama sekali pada saat audiensi.






