Kerusakan tersebut tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga mengancam keselamatan siswa dan guru yang beraktivitas di lingkungan sekolah.
Menanggapi kondisi tersebut, H. Sukriyanto menegaskan komitmennya untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Ia menekankan bahwa keselamatan siswa adalah prioritas utama, dan pendidikan yang efektif hanya bisa terwujud jika sarana dan prasarana sekolah memadai.





