“Kampus ini ada di Pantura. Kami sangat konsen membantu saudara-saudara kita yang kesulitan air minum, terutama yang kena rob dan banjir. Kami sudah membuat teknologi yang mampu memproduksi 270 liter per hari dan telah kami kombinasikan dengan solar panel. Jadi kita bisa menyediakan listrik dan air bersamaan,” jelas Rektor Suharnomo.
Menutup kuliah umumnya, Menko AHY menegaskan komitmen pemerintah dalam melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam penanganan bencana dan pembangunan berkelanjutan.
“Undip termasuk yang maju di urusan ini. Saya ingin terus berkolaborasi dengan Undip dan mendorong agar tetap fokus pada isu-isu penyelamatan lingkungan dan masa depan dunia kita,” tutup Menko AHY.
Pada kesempatan tersebut dilakukan pula penandatanganan kerja sama penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi antara Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan—diwakili oleh Sesmenko Ayodhia G. L. Kalake—dan Universitas Diponegoro yang diwakili Rektor Prof. Dr. Suharnomo. Kerja sama ini mencakup penguatan pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang infrastruktur adaptif bencana, tata ruang, dan ketahanan wilayah pesisir.






