Ia menjelaskan, persiapan tim sempat terganggu karena ketidakjelasan jadwal pelaksanaan kompetisi. Awalnya Piala Soeratin U-17 direncanakan berlangsung pada Mei, namun hingga Juni belum ada kepastian dari penyelenggara.
Abd Razak mengaku pihaknya sempat terkejut ketika mengetahui pendaftaran kompetisi telah ditutup tanpa adanya informasi yang jelas kepada peserta. Persepam kemudian menyampaikan protes kepada panitia penyelenggara agar tetap diberi kesempatan mendaftar.
“Tiba-tiba kemarin Piala Soeratin U-17 sudah ditutup pendaftarannya. Saya langsung menyampaikan protes agar Persepam tetap bisa melakukan pendaftaran, dan alhamdulillah akhirnya Persepam bisa masuk sebagai peserta,” katanya.
Selain memastikan keikutsertaan tim, Persepam juga meminta kepastian mengenai regulasi kompetisi yang akan digunakan. Hal tersebut berkaitan dengan kondisi kepengurusan PSSI Jawa Timur yang saat ini dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt).
Menurut Abd Razak, pihaknya membutuhkan kejelasan mengenai dasar administrasi penyelenggaraan kompetisi agar seluruh peserta memiliki kepastian hukum dan teknis selama pelaksanaan turnamen.






