Perhatian itu berikan, agar pekerjaan tersebut tidak menjadi perbincangan masyarakat yang berakibat pada kerugian uang negara dan masyarakat. Apalagi ini pekerjaan nasional. “Jangan sampai pekerjaan preservasi jalan ini menjadi buah bibir masyarakat,” lanjutnya.
Selain itu, Basri juga mendesak kementerian PUPR RI untuk tegas dan cermat dalam mengevaluasi kinerja pelaksana. sebab sedari awal pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai metode atau asal-asalan.
“Lebih-lebih para satker dan pejabat balai 8 (Jawa – Bali) harus terus mengingatkan pelaksana. Pekerjaan Preservasi jalan wilayah III ini merupakan pekerjaan skala nasional tentu anggaran cukup besar dan harus dikerjakan dengan baik,” tandasnya.
Sebelumnya, Aktivis terus menyoroti terkait simpang siurnya proyek Pemasangan beton pembatas jalan dengan anggaran Rp. 25.520.622.540.00 yang dikerjakan oleh PT Trijaya Adymix.
Proyek kanstin yang ditempel yaitu yang ke arah Utara bundaran asem manis. Sementara yang ke arah barat dibongkar dan digali pasca dilakukan aksi demonstrasi ke kantor PU Provinsi Jawa Timur wilayah Pamekasan. Senin (18/07/2022)






