Diketahui pasca Perkumpulan Pemuda Pengawal Keadilan (P3K) melakukan aksi demonstrasi, beton itu dibongkar. Sebab, ditemui dalam pekerjaan dengan anggaran besar itu diduga dikerjakan asal-asalan dan ditemukan banyak kejanggalan di lokasi pekerjaan.
Terbukti, beton yang di pasang tanpa digali sebelumnya dan langsung ditempel layaknya memasang bata dan paving.
Ia menceritakan, untuk pemasangan beton pembatas jalan itu semestinya terlebih dulu dilakukan penggalian galian 15cm dan dirabat dengan beton serta diberikan acian 2 cm. Tujuannya, beton yang hendak di pasang betul-betul melekat dan tidak mudah rusak.
Pada saat demontrasi, massa aksi juga menuntut mencabut izin PT tersebut dan hingkang dari wilayah pekerjaan sebab pekerjaan terindikasi dilakukan secara tidak professional.






