Salah seorang warga Desa Ambat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa keluhan terkait harga pupuk sudah berlangsung cukup lama. Namun, petani kerap berada pada posisi terpaksa.
“Kalau tidak beli, tanaman bisa rusak. Mau tidak mau petani tetap membeli meski harganya mahal,” ujarnya.
Warga mempertanyakan lemahnya pengawasan terhadap distribusi pupuk bersubsidi. Padahal, pemerintah telah menetapkan aturan ketat terkait penyaluran pupuk subsidi agar tepat sasaran dan hanya diperuntukkan bagi petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).






