“Dana BK Provinsi ke Desa ini Alhamdulillah telah selesai 100%. Oktober 2025 lalu kita sudah melaporkan kegiatan itu ke Dinas DPMD Provinsi Jawa Timur kalau pengerjaan sudah selesai,” ujarnya.
Diakuinya kalau ia baru-baru ini diterpa isu tidak berdasar dan tanpa konfirmasi resmi kepada dirinya. Adanya informasi tak berdasar itu dinilai telah merugikan dirinya dan pemerintah desa Teja Barat.
“Kita ingin meluruskan kalau kegiatan itu ada, bukan Fiktif. Kegiatan itu ada 3 lokasi yakni di Dusun Montor, Dusun Tengah dan Dusun Tambengan, dengan anggaran Rp960 juta,” jelasnya.
Ia mengaku telah turun ke lokasi proyek pekerjaan dan membuat video untuk membantah adanya tudingan proyek fiktif oleh orang yang tidak bertanggungjawab tersebut.






