“Setelah adanya informasi liar dan tak bertanggung jawab. Kami pemerintah desa langsung membuat video untuk menunjukkan bahwa proyek itu ada dan bukan Fiktif,” tambahnya.
Deden berharap informasi liar di media sosial segera selesai agar pemerintah desa dapat kembali fokus pada pelayanan kepada masyarakat dan percepatan pembangunan di Desa Teja Barat.






