Partai Demokrat menilai, ada pihak-pihak yang mencoba “mengail di air keruh”, memanfaatkan situasi untuk mengadu domba dua sosok negarawan yang telah memberi banyak kontribusi untuk Indonesia.
“Tindakan provokatif ini tidak etis dan justru merusak ruang publik. Ini bukan cerminan dari demokrasi yang sehat,” tegasnya.
Sebagai penutup, Partai Demokrat menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan persatuan nasional, etika politik, dan ruang publik yang sejuk dan konstruktif.
“Kami percaya, bangsa ini akan lebih maju bila para pemimpinnya menjunjung nilai-nilai kebersamaan dan kejujuran.” Tandasnya.






