Dia menandaskan bahwa orkrestrasi adalah bagaimana semua bisa menjadi harmonious partnership. “Ada kerja keras, kerja berat, kejar luar biasa. Tugas besar yang luar biasa itu adalah ketika kita bersama-sama harus menangani pandemi Covid 19, yang pada saat itu mengalami lonjakan yang eksponensial,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen. Perbendaharaan Prov. Jatim Kemenkeu RI, Taukhid, mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan bagian dari apresiasi pemerintah untuk menstimulir agar bisa mengupayakan, mempertahankan opini WTP di masing masing daerah dengan sebaik-baiknya.
“Pemerintah pusat memberikan penghagraan bagi pemerintah daerah yang telah berusaha keras untuk membuat laporan keuangan pemerintah daerahnya dengan wajar tanpa pengecualian. Alhamdulillah pada LKPD 2020 ini hampir semua memperoleh WTP hanya Jember saja yang tidak,” katanya setelah acara.
Dia menandaskan bahwa sejak 2010 sudah ada 27 pemerintah daerah di Jatim yang memperoleh WTP. Kemudian ada daerah yang sudah mendapatkan opini WTP lima hingga enam kali berturut turut. Kemudian Kota Blitar dan Kota Malang yang sudah 10 kali berturut turut mendapatkan opini WTP.
“Mudah mudahan tahun depan bisa nambah yang 10 kali berturut turut, yaitu Banyuwangi, Ponorogo dan Surabaya memberoleh opini 10 kali berturut turut, dan tahun depan mudah-mudahan sudah lima,” urainya.






