“Pemerintah Kabupaten Pamekasan sangat mendukung upaya PLN dalam menghadirkan pelayanan yang prima. Listrik yang stabil bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal keadilan dan pembangunan ekonomi masyarakat,” ujar Kak Sukri.
Politisi Partai Demokrat ini juga menyinggung persoalan klasik yang kerap mengganggu infrastruktur kelistrikan di Madura, yakni permainan layang-layang dengan benang kawat yang kerap mengganggu jaringan listrik.
“Kita harus kreatif dalam mengatasinya. Saya mengusulkan agar PLN dan pemerintah daerah bersinergi menyelenggarakan Festival Layang-Layang. Ini bukan hanya sebagai sarana edukasi, tapi juga mengalihkan kebiasaan berisiko menjadi kegiatan budaya yang positif,” tambahnya.
Forum ini turut dihadiri stakeholder dari berbagai sektor, mulai dari perwakilan pemerintah kabupaten se-Madura, pelaku usaha, tokoh masyarakat, akademisi, dan komunitas energi.






