Bersama Mahasiswa dan Aktivis Pamekasan, AJI Gelar Nobar Film Dokumenter A Thousand Cuts

  • Bagikan
Pengurus AJI Surabaya saat menjadi pemantik dalam kegiatan nobar dan diskusi film A Thousand Cuts di Coffe Manifesco Pamekasan, Jum'at (12/12/2021). (Foto. Samsul Arifin).

Dalam film A Thousand Cuts ini, Presiden Rodrigo Duterte tergoda untuk memperpanjang masa jabatannya lebih dari 7 tahun. Diketahui di Filipina, seorang presiden hanya boleh menjabat dalam masa satu periode selama 6 tahun.

Saat itulah arogansi pemerintahan mulai terasa dan cenderung anti-kritik. Kemudian Duterte mencoba membungkam media yang kritis kepada pemerintahannya. Seperti membungkam media yang dipimpin Maria Ressa, Rappler.

Ketua Aji (Aliansi Jurnalis Independen) Surabaya menyampaikan, bahwa yang menjadi ancaman bagi jurnalis saat ini bukan hanya rezim, bukan hanya kekuasaan, melainkan Buzzer dan Netizen karena dua-duanya dapat mengubah pendapat banyak orang.

BACA JUGA :  Ketua Fraksi PKB DPRD Pamekasan Sayangkan Pawai Fashion SMKN 3

“Buzzer ini dapat mengubah pendapat banyak orang, Netizen pun bisa menjadi ancaman buat kita, inilah ancaman yang dihadirkan oleh internet. Artinya adalah kekerasan terhadap pers itu bukan hanya terjadi ketika kita berusaha untuk mengkritik pemerintah saja, akan tetapi melanggar etikpun kita bisa menjadi sasaran ancaman, mangkanya kita harus hati-hati dalam melakukan praktik jurnalistik” Ungkap Eben Haezer.

BACA JUGA :  Dubes RI Dukung Penuh Peralihan IAIN Madura, Usul Nama UIN Syaikhona Kholil

Lanjutnya, “Ketika jurnalis sudah dibungkam, apalagi ditangkap. Maka, tidak akan ada lagi apa-apa, karena tidak ada lagi yang memberitakan.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan