Ia menyebutkan, Penggunaan bahasa daerah yang dimaksud tiada lain adalah Bahasa Madura asli (Sokkla). Diakuinya saat ini, banyak penutur anak muda yang sulit untuk menggunakan bahasa daerahnya sendiri dan lebih asyik memakai bahasa gaul ataupun bahasa asing yang berkembang.
“Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) adalah kegiatan puncak dari Revitalisasi Bahasa Daerah yang merupakan program Merdeka Belajar,” lanjutnya.
Kata dia, Festival itu merupakan media apresiasi kepada para peserta program yang dilakukan secara berjenjang mulai dari sekolah atau komunitas di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi.
Terdapat, 7 materi lomba yakni, Menulis aksara carakan Madhura diikuti 33 siswa , Menulis cerita pendek (cerpen) / Carpan (Careta Panda’) dengan jumlah peserta 29 siswa.






