TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Diikuti Ratusan Siswa, Disdikbud Pamekasan Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat SMP

  • Bagikan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tahun 2023 yang berlangsung selama dua hari bertempat di Hotel Cahaya Berlian Pamekasan. Rabu (30/08/2023). (Foto. Mulyadi/Pamekasan Channel).

PAMEKASAN CHANNEL. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tahun 2023 yang berlangsung selama dua hari di Hotel Cahaya Berlian Pamekasan. Rabu (30/08/2023).

Acara yang bekerja sama dengan Komunitas Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Madura SMP tersebut diikuti oleh 192 peserta.

Kadisdikbud Pamekasan Akhmad Zaini menyampaikan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Pamekasan jenjang SMP tersebut sebagai upaya dan komitmen Dinas pendidikan kabupaten Pamekasan dalam rangka melakukan perlindungan bahasa daerah.

Dikatakannya, perlindungan bahasa daerah merupakan salah satu dari program berbasis sekolah, komunitas, dan keluarga. “Tujuannya untuk tetap menggelorakan penggunaan bahasa daerah dalam berbagai ranah kehidupan sehari- hari,” katanya saat sambutan.

BACA JUGA :  IAIN Madura Gelar Pelatihan Asesor Kompetensi untuk Puluhan Dosen

Ia menyebutkan, Penggunaan bahasa daerah yang dimaksud tiada lain adalah Bahasa Madura asli (Sokkla). Diakuinya  saat ini, banyak penutur anak muda yang sulit untuk menggunakan bahasa daerahnya sendiri dan lebih asyik memakai bahasa gaul ataupun bahasa asing yang berkembang.

“Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) adalah kegiatan puncak dari Revitalisasi Bahasa Daerah yang merupakan program Merdeka Belajar,” lanjutnya.

Kata dia, Festival itu merupakan media apresiasi kepada para peserta program yang dilakukan secara berjenjang mulai dari sekolah atau komunitas di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi.

BACA JUGA :  35 PNS Terima SK CPNS Tahun 2019 IAIN Madura

Terdapat, 7 materi lomba yakni, Menulis aksara carakan Madhura diikuti 33 siswa , Menulis cerita pendek (cerpen) / Carpan (Careta Panda’) dengan jumlah peserta 29 siswa.

Ketiga Mendongeng Madhura dengan jumlah peserta 26 siswa dan Membacakan pidato Madhura dengan jumlah peserta 27 siswa.

Kemudian keempat, Membaca puisi Madhura dengan jumlah peserta 30 siswa serta Melagukan tembhang Madhura dengan jumlah peserta 21 siswa. Terakhir Melawak tunggal (stand up comedy) Madhura dengan jumlah peserta 26 siswa.

BACA JUGA :  Forum Mahasiswa Palengaan Santuni Puluhan Anak Yatim

“Harapannya dengan festival ini bisa menjadi penutur aktif bahasa daerah dan mempelajari bahasa daerah dengan menyenangkan serta menciptakan ruang kreativitas dan kemerdekaan untuk mempertahankan bahasa daerah.

“Peserta yang mendapatkan Juara 1 akan diadakan pendampingan dan pembinaan penuh dari diknas Pendidikan dan Kebudayaan melalui para guru master bahasa Madura. kemudian Pada bulan November 2023, para peserta/siswa yang Juara 1 akan dikirim ke Festival Tunas Bahasa Ibu pada Tingkat Provinsi Jawa Timur,” tandasnya.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks
  • Bagikan