“Program-program UPZ tentu butuh dukungan dari pihak kampus, utamanya dari pimpinan kampus, karena UPZ itu adalah mandat dari Baznas yg ada di lembaga pendidikan. Sebagus apapun programnya jika tidak dapat dukungan dari pihak civitas akademika maka sangat sulit untuk berjalan dan mendapatkan hasil yang maksimal,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua UPZ IAIN Madura Elman Duro menyampaikan, pihaknya sangat berterimakasih kepada UIN Suka Yogyakarta, karena telah memberikan motivasi dan inovasi dalam pengumpulan zakat, infaq dan sedekah yang efektif.
Diakuinya, UPZ IAIN Madura belum maksimal dalam pengumpulan zakat, infaq dan sedekah. Oleh karenanya, studi wawasan yang dilakukan ke UIN Suka Yogyakarta diharapkan bisa menjadi motivasi untuk lebih maksimal dalam mengumpulkan zakat melalui UPZ.
“UPZ IAIN Madura malah bisa dikatakan sangat tragis, karena di bulan Desempber 2021 ini baru berhasil mengumpulkan zakat, infaq dan sedekah sebesar Rp362.000,” terangnya.






