Bupati dengan sederet prestasi ini meminta semua pihak bergandengan tangan memajukan sentra batik di Desa Klampar, salah satunya dengan cara mempromosikan batik tulis Pamekasan secara masif. Utamanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diberi kewenangan mengelola sentra tersebut.
Sentra batik merupakan tempat menjual batik, dan tempat proses pembuatan batik tulis yang dilakukan oleh perajin. Tidak hanya baju batik, tetapi di tempat itu juga tersedia songkok batik, selendang batik, sarung batik, dan sepatu batik yang dipersiapkan untuk para pengunjung.
Dia menceritakan, sentra batik tulis itu dibangun sebelum dirinya memimpin Pamekasan, namun keberadaannya tidak berfungsi. Makanya, di awal pemerintahannya, dirinya bersama jajaran pejabat mengecek langsung kondisi bangunan agar ada perputaran uang dari adanya bangunan megah dengan anggaran yang tidak sedikit tersebut.
“Ini pembangunannya kalau tidak salah tahun 2017, kalau pembangunan ini menghabiskan anggaran Rp 5 miliar, sudah berapa uang yang berputar di sini (kalau seandainya dioperasikan), tanyakan kepada hati nurani kita masing-masing. Fungsi atau tidak berfungsi itu apabila ada perputaran uang di sini,” ungkapnya.






