Untuk diketahui, dalam kehidupan sehari-hari, ia hidup mengandalkan keprihatinan tetangganya. Mulai dari makan, minum, buang air besar dan aktivitas lainnya.
Mirisnya lagi, Slamet hidup di sebuah rumah yang acak-acakan. Tak ada ranjang tidur, tak ada, peralatan rumah tangga. Bahkan sebagian atap rumahnya sudah berserakan.
Terakhir, Pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda Panempan ini mengungkapkan, jika ada warga yang memiliki nasib yang sama dengan Slamet, diharapkan bisa menyampaikan kepada pejabat terdekat, seperti Kades dan Camat.





