“NU ibarat emas. Barang berharga. Emas 24 karat, impian semua orang. Orang tidak akan pakai emas kalau tidak acara resmi,” jelas pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan ini.
Tidak hanya itu, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri itu juga mengajak hadirin agar senantiasa ikhlas berkhidmat di NU serta berpegang teguh terhadap fatwa para ulama NU.






