“Setiap Jumat dan Sabtu menu keringan. Jadi kalau keringan tidak pakai ompreng, memang pakai plastik,” kata Slamet.
Slamet mengklaim bahwa menu yang diberikan telah melalui proses perumusan dan konsultasi dengan ahli gizi serta pihak yayasan.
“Kandungan gizinya sudah kami rembuk dengan ahli gizi, termasuk pihak yayasan. Itu sudah sesuai,” tukasnya.
Sebelumnya, Dapur Ibnu Bachir juga sempat menjadi sorotan tapi bukan Dapur di Banyupelle melainkan Dapur yang berlokasi di Proppo Pamekasan.






