PAMEKASAN CHANNEL. Makin melebar kasus dugaan malapraktik yang menyeret RSIA Puri Bunda Madura, kini Rumah Sakit Swasta di Pamekasan tersebut dilaporkan ke Polres Pamekasan.
Laporan terkait dugaan kesalahan tindakan medis terhadap seorang pasien berinisial QQ (29), warga Kecamatan Pakong Pamekasan saat ini tengah ditangani pihak kepolisian.
Kapolres Pamekasan melalui Kasi Humas, Ipda Yoni Evan Pratama mengatakan bahwa kasus tersebut saat ini dalam tahap penyelidikan awal oleh penyidik Satreskrim.
“Kami akan mengumpulkan bukti-bukti,” ujar IPDA Yoni di Pamekasan, Senin (29/6/2026).
Ia juga akan memeriksa sejumlah saksi dari pelapor dalam rangka mendalami perkara yang dilaporkan.
“Kami akan memeriksa saksi pelapor, dan tentunya berkoordinasi dengan ahli medis atau lembaga terkait untuk mendalami perkara ini secara objektif dan sesuai prosedur,” jelasnya.
Kata Evan, laporan tersebut masuk ke Polres Pamekasan pada Kamis (25/6/2026). Kendati, pihak kepolisian belum dapat mengungkap identitas pelapor maupun materi laporan secara rinci karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“Untuk pelapor kami rahasiakan dulu. Mohon maaf, kami belum bisa menjelaskan lebih jauh karena masih dalam tahap penyelidikan awal. Ditunggu saja perkembangan selanjutnya,” jelas Evan.
Diberitakan sebelumnya, awal mula kasus ini, ibu 29 tahun itu menjalani operasi sesar di RSIA Puri Bunda Madura untuk proses persalinan.
Namun setelah tindakan tersebut, pasien mengalami pendarahan hebat yang mengharuskannya menjalani operasi lanjutan berupa pengangkatan rahim.
Ironisnya, kondisi kesehatan QQ justru tidak kunjung membaik. Ia kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pasien kembali menjalani tindakan medis. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, ditemukan persoalan lain, ternyata bukan masalah pada rahim, melainkan usus yang melintir.
Karena itu, pihak keluarga mempertanyakan tindakan pengangkatan rahim yang dilakukan sebelumnya. Selain mempersoalkan tindakan medis, pihak keluarga juga mengaku mengalami kesulitan saat meminta rekam medis pasien dari pihak RSIA Puri Bunda Madura.
Hal itu berbeda dengan di RSUD Dr. Soetomo yang langsung diberikan rekam medisnya. Pihak keluarga saat ini tengah menunggu keadilan dan pertanggung jawaban dari pihak Rumah sakit.






